Fakultas Arsitektur dan Desain – UPN "Veteran" JATIM

Fakultas Arsitektur dan Desain Gelar Alumni Global Mentorship & Career Acceleration Program #3

Surabaya, 1 Oktober 2026 —Fakultas Arsitektur dan Desain, UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan Alumni Global Mentorship & Career Acceleration Program #3 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Bertempat di Ballroom Menara Wimaya Twin Tower B Lantai 11 UPN “Veteran” Jawa Timur, kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, mentoring, dan pembekalan karier bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh Mata Kuliah Seminar dan Tugas Akhir. Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Wakil Dekan I Fakultas Arsitektur dan Desain UPN “Veteran” Jawa Timur, Ir. Eva Elviana, M.T. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Program Studi Desain Komunikasi Visual, Masnuna S. T., M. Sn., Koordinator Program Studi Magister Desain, Dr. Aris Sutejo, S. Sn., M. Sn, serta Kepala Laboratorium Riset dan Perancangan Program Studi Desain Komunikasi Visual, Pungky Febi Arifianto, S.Sn., M.Sn.

Program menghadirkan tiga alumni dengan pengalaman profesional yang berbeda, di antaranya Arco Pradipta, S.T., Much. Arfindi Cahya Marlika Nugraha, S.Ds., dan Mochamad Rio Setyo Feby Saputro, S.Ds. yang dimoderatori oleh Lisa Odillia, S. Pd., M. Sn. Ketiga narasumber membawa perspektif yang saling melengkapi yang diharapkan dari keberagaman latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena mahasiswa mendapatkan perspektif mengenai dunia kerja desain dari sisi prospek profesi, dinamika creative production, proses rekrutmen, hingga pengembangan portofolio.

Sesi pertama yang disampaikan oleh Arco Pradipta, S.T. mengangkat tema prospek market graphic designer. Pembahasan mengajak mahasiswa melihat profesi desain grafis sebagai bidang yang memiliki sejumlah jalur profesional. Pada paparannya dibahas pilihan karier sebagai in-house designer maupun freelance designer, termasuk karakteristik, peluang, dan tantangan masing-masing. Pada jalur in-house, mahasiswa diperkenalkan dengan struktur jenjang karier dari Junior/Senior Graphic Designer menuju Art Director dan Creative Director. Sementara pada jalur freelance, pembahasan mengarah pada perkembangan reputasi, spesialisasi, serta peluang membangun karier melalui berbagai jenis layanan dan platform kreatif.

Arco Pradipta, S. T., juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peluang kerja pada berbagai macam sektor berbasis digital, antara lain microstock, social media/Adsense, visual marketing, dan spesialisasi desain seperti UI/UX, graphic/branding design, illustration, serta motion graphic atau 3D. Pembahasan tersebut memberikan gambaran bahwa pilihan karier lulusan DKV dapat berkembang mengikuti kebutuhan industri dan bentuk layanan kreatif yang terus berubah. 

Creative Skill Menuju Creative Career

Sesi kedua bersama Much. Arfindi Cahya Marlika Nugraha, S.Ds. mengarahkan mahasiswa pada pertanyaan yang lebih praktis mengenai bagaimana keterampilan yang diperoleh selama kuliah dapat dibawa ke dalam dunia profesional. Melalui perspektif HIPRO Creative Solution Partner, mahasiswa diperkenalkan pada pola kerja industri kreatif yang dapat mengembangkan solusi kreatif untuk kebutuhan bisnis.

Pada paparannya, beliau menunjukkan bahwa satu proyek di industri tidak selalu dikerjakan oleh satu orang atau satu disiplin. Sebuah output kreatif dapat melibatkan berbagai peran dan spesialisasi, seperti client, creative team, production, hingga proses implementasi dan final delivery. Pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya kolaborasi, pembagian peran, koordinasi, serta kemampuan memahami kebutuhan proyek.

Sesi kemudian berkembang menjadi mock-up interview yang dirancang menyerupai proses seleksi profesional. Salah seorang peserta bernama terlebih dahulu mempresentasikan portofolionya, kemudian mengikuti simulasi interview. Pada paparan yang diberikan oleh  Much. Arfindi Cahya Marlika Nugraha, S.Ds. selaku Pimpinan HIPRO, sesi simulasi interview dicoba untuk mengimplementasikan HIPRO Interview Challenge berupa proses yang dirumuskan melalui beberapa tahapan di antaranya, introduce yourself, show your portfolio, defend your idea, dan handle the interview.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa belajar menunjukkan karya terlebih berlatih menjelaskan gagasan dan mempertanggungjawabkan keputusan desain. Pendekatan ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen dalam industri kreatif juga berkaitan dengan kemampuan kandidat menjelaskan proses berpikir, peran, dan kontribusinya dalam sebuah proyek.

Portofolio sebagai Representasi Kompetensi Profesional

Sesi ketiga bersama Mochamad Rio Setyo Feby Saputro, S.Ds. berfokus pada portfolio coaching dan review portofolio. Melalui paparannya, mengajak mahasiswa mempertanyakan kembali fungsi portofolio dalam perjalanan karier, termasuk penggunaannya untuk mencari kerja, magang, freelance, validasi, arsip tugas, pitching project, personal branding, maupun penggunaan pada platform digital. Pembahasan kemudian diarahkan pada pertanyaan mengenai jenis portofolio dan tujuan penggunaannya. Beliau juga menyampaikan sebuah perbedaan pendekatan antara generalist portfolio, specialist portfolio, dan client-targeted/pitch portfolio, sehingga mahasiswa diajak memahami bahwa portofolio perlu disesuaikan dengan tujuan dan target yang hendak dicapai.

Pada sesi praktik, tiga peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan review portofolio secara langsung. Review dilakukan melalui pendekatan coaching dan mentoring dengan memberikan ulasan terhadap penyajian karya serta bagaimana portofolio dapat digunakan untuk merepresentasikan kemampuan mahasiswa secara lebih efektif. Salah satu gagasan utama dalam paparannya menekankan bahwa portofolio bukan sekadar menunjukkan karya yang pernah dibuat, tetapi juga perlu menunjukkan apa yang mampu dikerjakan dan bagaimana seseorang berpikir dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Sesi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerima umpan balik secara langsung terhadap portofolio yang mereka persiapkan. Oleh karenanya, kegiatan berkembang menjadi proses dialog dan evaluasi yang lebih personal.

Secara keseluruhan, Alumni Global Mentorship & Career Acceleration Program #3 dirancang melalui rangkaian yang saling berkesinambungan dari mengenali prospek dan jalur karier, memahami ekosistem kerja kreatif, berlatih menghadapi proses rekrutmen, hingga mengevaluasi portofolio secara langsung.

Rangkaian tersebut membuat kegiatan tidak berhenti pada model sharing session, tetapi berkembang menjadi pengalaman pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami berbagai pilihan karier, melihat bagaimana proyek kreatif dikerjakan secara kolaboratif, mempraktikkan cara mempresentasikan diri dalam situasi interview, serta mendapatkan umpan balik terhadap cara mereka merepresentasikan kompetensi melalui portofolio. Pada saat yang sama, kegiatan menunjukkan peran strategis alumni sebagai penghubung antara lingkungan akademik dan dunia profesional. Pengalaman alumni menjadi sumber pengetahuan kontekstual yang dapat membantu mahasiswa menerjemahkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan menjadi kesiapan profesional.

Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi tanya jawab di akhir kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan secara langsung kepada para narasumber, terutama mengenai pengalaman memasuki dunia kerja, pilihan jalur karier di industri kreatif, proses menghadapi rekrutmen, pengembangan portofolio, hingga strategi mempersiapkan diri sebagai lulusan DKV. Sesi berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga mengaitkan pertanyaan dengan pengalaman dan kondisi yang mereka hadapi selama menjalani perkuliahan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa topik yang dibahas memiliki kedekatan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan transisi dari lingkungan akademik menuju dunia profesional.

Pelaksanaan Alumni Global Mentorship & Career Acceleration Program #3 juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan berkontribusi terhadap SDG 4, khususnya Target 4.4 yang menekankan peningkatan keterampilan yang relevan untuk pekerjaan, pekerjaan layak, dan kewirausahaan. Kontribusi tersebut tampak melalui pembelajaran yang melengkapi proses akademik dengan pengalaman praktis dari alumni. Materi mengenai prospek profesi, simulasi interview, dan portfolio coaching memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup komunikasi, presentasi gagasan, refleksi terhadap karya, dan kemampuan memposisikan diri dalam konteks profesional. Oleh karenanya, kegiatan menjadi bentuk experiential learning yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan situasi nyata dunia kerja.

Kegiatan juga berkontribusi terhadap SDG 8, khususnya Target 8.3 mengenai aktivitas produktif, penciptaan pekerjaan layak, kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, serta Target 8.5 mengenai pekerjaan produktif dan pekerjaan layak, termasuk bagi kaum muda. Pembahasan mengenai jalur in-house dan freelance, perkembangan profesi Graphic Designer, peluang spesialisasi, ekosistem creative production, proses rekrutmen, serta pengembangan portofolio memberikan mahasiswa pemahaman mengenai berbagai bentuk dan jalur karier dalam industri kreatif.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa didorong untuk lebih siap mengenali peluang kerja, memahami ekspektasi profesional, mengembangkan kompetensi, serta mengubah creative skill menjadi kapasitas yang dapat dikembangkan dalam perjalanan karier.

Program ini juga berkontribusi terhadap SDG 17, terutama Target 17.16 dan 17.17 yang menekankan penguatan kemitraan multipihak serta pertukaran pengetahuan, keahlian, dan pengalaman melalui kemitraan yang efektif. Pada kegiatan ini, kemitraan diwujudkan melalui keterhubungan antara Fakultas Arsitektur dan Desain, mahasiswa, alumni, dan dunia profesional. Alumni berperan sebagai mentor dan coach melalui sharing pengalaman, simulasi interview, serta portfolio review. Interaksi tersebut menciptakan mekanisme pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memperkuat jejaring akademik-profesional. Harapannya, pola ini dapat dikembangkan menjadi jejaring alumni yang lebih berkelanjutan untuk mendukung mentoring, pengembangan karier, berbagi informasi industri, maupun potensi kolaborasi antara lingkungan akademik dan dunia professional.

Melalui Alumni Global Mentorship & Career Acceleration Program #3, Fakultas Arsitektur dan Desain UPN “Veteran” Jawa Timur memperkuat upaya menghubungkan pendidikan, pengalaman alumni, dan kebutuhan dunia profesional. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman praktik melalui simulasi interview, diskusi industri, dan portfolio coaching.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, memahami perubahan kebutuhan industri kreatif, serta membangun representasi profesional yang lebih kuat. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Fakultas Arsitektur dan Desain untuk mendukung perjalanan mahasiswa from creative skill to creative career, sekaligus berkontribusi pada penguatan pendidikan bermutu, kesiapan kerja, dan kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan alumni.